Month: September 2002

Tidak Tidur

Seminggu yang menguras tenaga. 12 September – 16 September 2002. Setelah persiapan yang tertatih-tatih akhirnya juga terlaksana acara seminar, workshop, lomba game yogyakomtek 2002. Acara yang benar-benar menguras tenaga setiap orang panitia yang terlibat. Kita juga tidak memungkiri bahwa memang hanya sebagian orang yang terjun secara langsung, sementara sebagian yang lainnya tidak dapat terjun secara […]

Hari Libur

Hari ini Senin. Sama penuhnya dengan hari kemarin juga. Dan kemarinnya lagi. Apakah perlu ada hari libur dan hari tidak melakukan apa saja kalau kita dapat melakukan apa saja. Hari libur hanyalah bagi orang orang yang memiliki keluarga dan anak-anak kecil di dalam asuhannya. Bagi orang orang yang masih sendiri dan memperjuangkan gagasan dan mimpi […]

I am Your Angel

All you have to do is believe it when you pray. You have everything if you still feel so lonely, you don’t have to be this way. I’m your angel. And it is time to face the storm, I’ll be at your side. I’ll be your shoulder when you cry. I’ll hear your voices when […]

Kerja dan Hasil

Seperti melalui hari dengan penuh semangat kerja yang tinggi dan mendapati bahwa kita belum menemukan hasil yang memuaskan, terhempas jadinya di akhir hari dengan rasa penat yang menumpuk. Setiap waktu yang berlalu seperti mutiara manikam yang tiada ternilai harganya. Meraih selarik demi selarik karya dengan kesabaran yang mengikat. Seperti hanya Tuhanlah yang tahu pasti apa […]

Isi Kepala Berrat

Dua hari lalu yang melelahkan. Memikirkan apa yang terjadi di waktu yang lalu dan waktu yang akan datang dengan menggunakan kegiatan masa sekarang sebagai patokan atau dasar pikiran, sungguhlah menguras tenaga yang tidak sedikit. Apalagi kalau kita punya keinginan mengenai peristiwa apa yang seharusnya terjadi di masa lalu itu dan peristiwa apa yang akan harus […]

APABILA ITU CINTA

Solilokui: Ya Allah, Kalau memang apa yang aku alami itu cinta, tanamkanlah ia sebagai pohon yang baik, akarnya teguh di bumi, daunnya rimbun meneduhi, dan buahnya bermusim-musim tetap dapat kupetik. Kalau memang yang aku alami itu nafsu, biarkanlah ia menjadi pohon yang buruk, akarnya retas, gampang lepas, pohon keringnya berdaun layu dan cepat tumbang