BookReview

Nyatakan Cinta dengan Kopi

Wednesday, March 3, 2010
By author

Selasa Malem, aku hadir di Toga Mas, mengikuti acara bedah buku karya Mbak Vero, “Nyatakan Cinta dengan Kopi”. Buku ini unik, membahas kopi dan sejarahnya, penyajiannya dan seberapa hal lain yang tidak terbayangkan saat mendengar kata “kopi”.  Bukankah kita hanya tahu kopi adalah minuman untuk penyegah kantuk.  Pernahkah kita membayangkan kopi digunakan untuk menyatakan... »

Peluncuran Mobile Novel Mbak Ugi

Tuesday, November 24, 2009
By author

Ini adalah kali kedua sebuah novel diformat mobile oleh XL. Kali pertama adalah ketika Dee meluncurkan Perahu Kertas mobile. Kali ini Mbak Ugi, meluncurkan Anakluh Berwajah Bumi, versi mobile juga dengan operator yang sama, XL. Nampaknya model peluncuran seperti ini akan menjadi pilihan bagi penulis-penulis di masa depan. Dampak nyata daripada Multimedia technology, yang... »

Perahu Kertas

Tuesday, October 6, 2009
By author
Perahu Kertas

Berlayar bersama perahu kertas seperti menjalin mimpi panjang yang berliku dan tiada henti. Satu hal yang mengagetkan dalam kancah penulisan dee adalah gaya dan tema yang tak biasa. Temanya ringan, tentang cinta dan harapan anak muda sekolahan, abg kata anak sekarang. gayanya ringan dengan bahasa membumi meski tidak ikut terjebak gaya sinetron tivi kini.... »

Serenade Dua Cinta: Membaca Kisah Hening Dalam 9 Babak

Tuesday, September 15, 2009
By author
Serenade Dua Cinta: Membaca Kisah Hening Dalam 9 Babak

Serenade Dua cinta adalah sebuah buku yang ditulis oleh Ade Nastiti, diterbitkan oleh FLP. Data Buku: Judul: Serenade Dua Cinta Penerbit: Forum Lingkar Pena Penulis: Ade Nastiti Tebal: 423 hlm Saya mencoba membaca buku ini dengan menggunakan bacaan 9 Babak pengisahan.  Pembacaan ini biasanya diterapkan pada naskah-naskah film. Kali ini saya coba memakainya untuk... »

Dua Bata Jelek

Thursday, April 23, 2009
By author

Setelah kami membeli tanah untuk wihara kami pada tahun 1983, kami jatuh bangkrut. Kami terjerat hutang. Tidak ada bangunan di atas tanah itu, bahkan sebuah gubuk pun tak ada. Pada minggu-minggu pertama, kami tidur di atas pintu-pintu tua yang kami beli murah dari pasar loak. Kami mengganjal pintu-pintu itu dengan batu bata di setiap... »