2012: It is Only a Matter of Business, My Friend
Kiamat akan terjadi pada tahun 2012.
Begitulah yang ramai dibahas sejak pertengahan tahun yang lalu. Sejak awal saya sudah mengatakan kepada salahs eorang teman saya, bahwa jangan kaget kalau akhir tahun nanti akan ada film yang ceritanya sama atau hampir sejalan dengan keramaian yang menghebohkan ini.
Dan nyata bahwa Nopember ini secara serentak, bioskop-bioskop di seluruh dunia memutar sebuah film dengan judul yang sama persis. "2012".
Film ini merujukkan kepada bahasan ilmiah yang beredar sebelumnya baik dalam bentuk buku-buku yang terjemahannya juga menyolok sampai ke rak-rak buku di Jogja, dari Gramedia sampai Toga Mas. Dalam bentuk naskah-naskah online di internet, mulai dari situs berita resmi sampai blog pribadi, mulai dari wiki sampai facebook.
Apakah ini soal ramalan yang menyiratkan makna spiritualitas yang meningkat, kesadaran akan hakekat dunia yang fana? Saya tidak melihatnya sejauh itu. Semua keramaian yang heboh ini semata-mata adalah urusan bisnis. It is only a matter of business. Artinya ada sesuatu yang harus dijual dari produk Kayu Suci. Untuk itulah diperlukan pembentukan opini yang dahsyat agar neraca produksi bisnis hiburan ini membukukan kekayaan pada minggu pertama di atas 200 Juta US$ (saat ini dalam rilis pembukaan di bioskop Amerika saja sudah tembus US$ 65million belum nyampe 3 hari, menurut imdb).
Beginilah saya kira tradisi pemasaran bisnis hiburan yang telah menjadi pakem standar di Kayu Suci. Untuk menghanyutkan ratusan juta penonton di seluruh dunia yang diperlukan adalah hasutan terstruktur yang kalau perlu tampak sangat ilmiah karena menggunakan metode riset yang diakui kebenarannya. Kalau perlu dibahas oleh profesor arkeologi dan astronomi, kemudian dibumbui oleh paranormal ampuh yang diakui di jagad.
Apakah filmnya tidak bagus?
Saya sudah menontonnya, dan memang antriannya sampai keluar dari pintu bioskop –menunjukkan betapa terhasutnya orang-orang seluruh dunia-, dan filmnya sendiri secara visual effect harus diacungi jempol. Hanya kalah sedikit daripada Lord of the Ring (masih favorit saya nomor 1). Ceritanya malah tidak terlalu heboh menurut saya. Karena masih gampang dibaca dengan metode 9 Act Scene.
Jadi, ini sekedar bisnis, my friend. Sebuah metode terstruktur yang digawangi modal kuat dan teknologi canggih untuk memperoleh pendapatan sebesar-besarnya. Selamat menikmati hiburan dari sebuah gambar bencana dahsyat.


hmm.. nonton ahh..