Malaikat dan Tukang Tambal Ban

Tuesday, December 29, 2009
By author

Barangkali engkau belum pernah bertemu malaikat. Tapi barangkali juga, tiap hari engkau sebenarnya bertemu malaikatmu.

Aku pernah bertemu dengannya. Sesekali aku sadari seketika, sebagian besar aku kenang setelah agak lama, sebagian lagi tidak pernah aku sadari. Kemarin aku bertemu dengannya.  Dalam wujud sederhana pejalan kaki yang tersenyum dan menyapaku dengan lembut. “sedang mencari tambal,ban,mas?”

“iya,pak” sahutku. [aku berangkat takziah dulu. aku lanjutkan nanti]

“Di sana, mas, tempat pak jono” katanya sambil menunjuk dengan tangan malaikatnya ke arah sebrang perempatan.

“Terima kasih,pak.”  tundukku kepadanya. Dengan pelan  aku menyeberangi  perempatan menuju ke bengkel tambal ban. Seorang bapak tua berambut putih 50an keluar dan menyapaku. Menatapnya, aku mengira dia tukang tambal ban.

Demikianlah sambil duduk menunggu tambal ban berlangsung kami tidak terasa mengobrol tentang hal-hal sederhana. Sejalan dengan berlalunya waktu obrolan berkembang menjadi lebih luas. Mulai dari hubungan ayah- anak, jodoh, menikah, kuliah, kerja, nafkah dan rejeki sampai jalan hidup dan akhirat. Sampai waktu menutup lubang angin ban selesai dan aku pamit.  Sambil berpamitan aku menatapnya, dan menyadari bahwa dia bukanlah tukang tambal ban seperti yang kukira semula.  Dia malaikat yang berbaju tukang tambal ban.

Terima kasih, ya Allah.

Leave a Reply