AFI & TRIE UTAMI VS SALOMO

Bebondong-bondong orang datang ke tempat penyelenggaraan acara nonton bareng AFI untuk mendukung TIA, peserta asal solo. Berbodnong-bondong orang berkirim sms untuk mendukung tia.

Dan dunia afi menjadi salah satu fenomena bisnis hiburan yang pantas untuk dicermati secara lebih dalam. Biosnis yang ditopang oleh tiang idola dream, konsumerisme global hedonisme dan instant.

Serta tidak kalah penting dari semua penyangga itu adalah kemasan/pencitraan.

Maka ketika ada perang bahasa antara trie utami dan salomo simanungkalit hingga muncul istilah salomoisme, menjadi semakin gamblang sebenarnya apa yang sedang terjadi. Tidak lain adalah bertarik tegang dua arus utama sistem sosial masyarakat. Adalah pendidikan moral melawan kapitalisme bebas. Tentu saja pendidikan moral didukung hanya oleh sedikit orang. Dan kapitalisme bebas dinikmati dan didukung oleh amat banyak orang.

Tidak perlu diratapi bahwa bangsa ini hidup dalam suatu kontradiksi. Sangat menginginkan sesuatu tetapi tidak melakukan apapun untuk mewujudkannya. Mulai tampak malah melakukan hal-hal yang berlawanan dengan tujuan yang ditetapkan.

Menginginkan negara makmur tetapi memilih pemimpin yang buruk, menginginkan keadilan tapi malah m emilih pemimpin yang korup dan cacat hukum, menginginkan negara yang cerdas tetapi malah memilih pemimpin yang bodoh.

Dan kita ini bangsa yang pelupa serta berpikir dengan cara yang amat pendek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *