ANAK-ANAK BELAJAR DAN BERMAIN

Orang yang belajar membaca dan menulis akan menemukan betapa menyenangkan bisa melakukan itu secara audio visual multimedia.

Bagi anak kecil melakukan hal-hal yang menyenangkan adalah belajar itu sendiri. Sedangkan melakukan hal-hal yang serius adalah sesautu yang menyedihkan.

Kesenangan yang berbeda-beda, itulah yang kadang menjadi pertentangan tentang belajar pada anak-anak. Satu pihak menganggap apa yang dilakukan anak lain adalah semata sesuatu yang serius dan membosankan, atau bahkan aneh. Padahal anak yang melakukannya menganggap itu sesuatu yang menghibur dan penuh imaji. Demikian itu terjadi sebaliknya.

Belajar dengan bertanya tidak henti tentang apa saja yang menarik hatinya. Itulah yng selalu dilakukan anak-anak. Bukan saja karena anak-anak suka sekali bertanya dan ingin tahu memenuhkan imajinya tentang dunia. Melainkan juga disebabkan oleh sikap orang tua atau orang dewasa yang tidak memiliki minat untuk menjadi teman belajar anak-anak mereka. Orang tua memiliki rasa enggan untuk memberitahu rahasia dunia kepada anak-anak. Bahkan anak-anak mereka sendiri. Kalau mereka tidak diminta/ditanya.

Sejak kecil kita diajar untuk hanya berpendapat kalau diminta. Tidak diajar untuk berinisiatif dan merdeka dalam melayani orang lain dan melayani diri sendiri.

“siapakah yang bersedih?

kecuali orang –orang yang kehilangan

siapakah orang-orang yang kehilangan?

Kecuali orang-orang yang ebrpunya

Siapakah orang-orang yang berpunya?

Kecuali orang-orang yang diberi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *