Angan-angan itu

Ndul, sama Yanti main ke sini.

Kehadiran si bungsu ini selalu saja membuat gairah yang aneh. Rasa sakit yang semula menggerus badan seperti hilang. Berubah menjadi segar. Aku tidak tahu bagaimana ini bisa mempengaruhiku sedemikian rupa. Barangkali karena aku selalu mengingat-ingatinya dalam beberapa hari ini. Barangkali aku begitu merasa terikat kepadanya. Barangkali ini pula yang disebut cinta, energi yang memberi hidup dan kedamaian.

Yang jelas atas kehendak Allah segalanya berjalan dan terjadi. Kehadirannya di sini tidak dapat lain kecuali sebagai yang telah disusun olehNya untuk ditunjukkan kepadaku betapa mudah bagiNya membuat peristiwa. Sedang aku hanya terjerat pada angan-angan yang terus mengikat erat. Bukankah ini suatu pertanda agar aku serahkan saja dengan tulus kepada kehendakNya tentang apa yang akan terjadi. Dan tidak perlu menggugu kepada angan-angan. Yang kebanyakan bersifat setan. Wa Allahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *