Apa salahnya Memiliki Perasaan

Apakah salahnya memiliki perasaan yang khusus kepada seseorang. Dan tidak mengungkapkannya kepadanya sehingga tidak tahu seseorang itu bahwa kita memiliki perasaan yang khusus kepadanya. Apa salahnya memiliki rahasia dan menjaganya agar tidak terbukakan rahasia itu di hadapan orang-orang lain sampai waktu yang lama. Bukankah hidup memang ada timbang menimbang dan tenggang atas setiap tingkah laku dan kata, yang satu sebagai yang orang lain harap, dan yang lain sebagai yang kita. Bahkan meskipun bila terhadap kita sendiri kekuasaan perasaan itu begitu kuatnya. Menjulurkan setiap surinya melingkupi jantung dan akal dan membuat kita tersesak. Dan jiwa gemetaran menahankan kesesakannya.

Tentang Keluarga:

Yuli main ke rumah. Pak lik bulik tanya kapan acaranya mbak naning dan bagaimana acaranya dik adik. Aku sendiri gak pernah pulang ke wonogiri jadi tidak begitu ngerti juga beritanya itu. Kadang aku merasa berdosa tidak sering pulang nengok ibu/bapak. Maafi anakmu ini, bu, pak.

Katanya pak lik mau ke wonogiri akhir minggu ini. Aku sendiri juga sebenarnya pengin pulang menengok ibu/bapak. Mudah-mudahan aku bisa menyempatkan diri.

Yuli cerita kalau nilai ujiannya belum pada keluar. Ada satu dosennya yang tidak waras menurutku, karena ngasih nilai ke mahasiswanya berdasarkan tulisan yang tidak bagus bentuknya, ada coretan kertas ujian, padahal metode dan hasilnya sudah benar. Masak satu kelas nilainya di bawah C semua. Dosen ngawur.

Mudah-mudahan saja lancar kuliahnya.

Tentang Film:

Aku serius memang mau bikin film. Walau belum ngerti duitnya dapet dari mana. Nanti juga ada jalan.

Ngobrol bareng sutradara dan penulis skenarionya mengenai rencana pembuatan filmnya. Barangkali nanti ngajak kelik pelipur lara [lbh] buat nggarap film itu.

Kalau kelik yang diajak temanya barangkali komedi. Lagi pula kekuatan kelik juga sudah jelas di situ. Belum juga memang ceritanya dibuat pasti. Masih menimbang juga. Ide memang sudah terbentuk. Lagi pula komedi lebih mungkin dari sisi produksi dan biaya. Lebih sedikit biaya yang harus disiapkan. Kekuatannya memang pada content dan visual. Aku sih, yakin kelik dan pak novel sudah mateng dalam hal ini. Tinggal brainstorming saja untuk menemukan kesepahaman bersama biar jalan bareng.

Airrr….aiiiirrr…banjiirrrrrr…….bah, banjir, tho. Padahal nyari air buat mandi dan minum susah amat. Mau mandi sama pipis saja harus mbayar……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *