Bagaimana Negeri ini Bisa Maju?

Kenyataan yang terjadi di lapangan negeri ini tidak seperti yang diceritakan banyak orang-orang besar dalam forum-forum resmi negara. Apa yang menjadi program kerja bangsa sebagaimana dipimpin oleh para petinggi negeri berjalan secara pincang. Tidak berjalan lurus mulus seperti yang dituliskan.

Kalau saja apa yang direncanakan dikerjakan sepenuhnya dengan baik, barangkali saja memang akan ada perbaikan yang nyata akan nasib masa depan negeri ini. Tetapi itu nampaknya sekedar mimpi di siang bolong.

Bagaimana negeri ini bisa maju kalau apa yang anda rencanakan untuk memajukannya hanya berjalan setengahnya saja. Yang setengahnya itu hilang entah kemana. Tidak ada yang tahu. Atau tidak ada yang mau tahu.

Bahkan dalam bidang pendidikan dan agama yang diwakili oleh departemen pendidikan [di pusat]/dinas pendidikan [di daerah] dan departemen agama [di pusat]/kanwil depag [di daerah] terjadi keburukan serupa.

Keinginan memperkaya diri daripada sebagian pejabatnya dengan dalih apapun telah menyebabkan semua program perbaikan bangsa ini mengalami kemandekan. Kejahatan petinggi negara yang menjadi berita di media hanyalah sekedar permukaan saja dari apa yang sesungguhnya terjadi di negeri ini. Di beberapa daerah bahkan lebih parah lagi keadaannya di lapangan.

Barangkali tidak pernah menjadi bayangan Anda bagaimana anggota DPRD bahkan meminta setoran dimuka daripada dana proyek yang dikerjakan oleh rekanan. Alasan untuk ini ada saja yang bisa dibuat. Mulai dari alasan pungutan wajib partai, biaya memuluskan proyek, biaya mengawal apbd, biaya pengamanan, biaya operasional tidak terduga, bahkan mungkin ada yang mengatasnamakan untuk keperluan amal sosial dan lain sebagainya.

Jalinan daripada semua ini tentu saja arahnya tidak pernah ada yang menuju kebaikan. Sebagian besar daripadanya berujung kepada kegiatan-kegiatan menyedihkan lainnya.

Negeri ini masih jauh dari jalan menuju kemakmurannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *