Bekerja Keras

20 Juni 2005
Bekerja Keras
Apa yang dikatakan orang tentang perlunya bekerja keras untuk mencapai tujuan adalah sesuatu yang benar adanya. Tidak ada yang tersedia secara cuma-cuma di dunia ini. Apa yang diinginkan haruslah diusahakan dengan penuh cucuran keringat dan pusingnya pikiran.
Kadang-kadang dalam waktu yang lama atau cepat saja. Memang kebanyakan orang mudah terperdaya oleh kelimpahruahan yang diterima oleh orang lain yang dia baca dari berita-berita atau iklan-iklan di tv dan koran, serta mudahnya orang lain mendapatkan kemewahan dunia yang banyak. Padahal tidak mesti yang sesungguhnya seperti yang nampaknya. Sebagian mereka memang mudah sekali memperoleh semuanya, sebagian dengan cara menipu dan berlaku curang, sebagian memang memperoleh jalan yang mudah saja. Sebagian yang besar lainnya sesungguhnya malah melakukan usaha-usaha yang benar-benar berat dan lama, hanya saja tidak nampak bagi kita prosesnya itu. Yang nampak bagi kita hanyalah hasilnya yang menjulang sekarang ini.
Mereka adalah orang-orang yang bekerja keras dan mengorbankan banyak hal untuk menempuh jalan yang berat dan sulit, menyisihkan keinginan untuk bersenang-senang meski mereka mungkin bisa, memilih menghabiskan waktu untuk kegiatan yang produktif dan melakukannya secara konsisten. Beberapa orang dari mereka berada di dekat kita hidup, berada di antara kita. Hanya kita jarang memperhatikannya atau tidak mau memperhatikannya. Lalu setelah orang-orang tersebut mencapai suatu tingkat keberhasilan yang tidak kita bayangkan dapat dicapai oleh mereka, kita menjadi terhenyak dan tersilap, dan pikiran kita dipenuhi oleh prasangka yang sebagian besarnya bersifat buruk tentang mereka.
Kita kadang-kadang bersikap dan berkeinginan menjadi Tuhan atau menyerupaiNya (Subhanallah, Maha Suci Dia Yang Tiada Serupa). Sikap dan keinginan kita yang demikian itu kadang memang tidak kita sadari hadir di dalam diri kita. Kita menunjukkannya dengan menggampangkan sesuatu, meremehkan sesuatu, dan malas mengerjakan sesuatu yang orang lain mengerjakannya dengan susah payah. Malas bekerja, tetapi pada saat yang sama mengangankan bahwa semua itu dapat kita peroleh seketika, bahwa pekerjaan yang menumpuk bisa kita selesaikan seketika. Kita kadang lupa bahwa sebagai manusia kita mesti menjalani hidup manusiawi dan menjalani dunia manusiawi yang memang lambat dan berlangsung gradual, bertahap sedikit demi sedikit untuk menuju kepada sesuatu yang final, sesuatu yang selesai, sesuatu yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *