Catatan Menemani Puasa

Sebuah catatan yang mudah-mudahan dapat menemani puasa.

Semuanya begitu berat dan meletihkan bagiku.

seperti kapal kecil di tengah lautan dihempas gelombang kehidupan.

kalau bukan pasrah kepadamu Ya Allah

kepada siapa lagi aku bergantung.

hanya Engkaulah tempatku bergantung dan memohon pertolongan.

Engkau beri aku dua sisi jiwa, yang baik dan yang buruk.

setiap dua sisi dari jiwa yang baik dan yang buruk berjalan menuruti kehendakMu. anugerahkanlah kepadaku kebaikan yang banyak

dan hindarkanlah dariku keburukan meski sedikit.

hanya Engkaulah pemberi hidayah.

Engkau anugerahkan kepadaku ibuku.

langit begitu tinggi sedemikian pun kemuliaan ibu.

lautan begitu dalam sedemikian pun kasih ibu

setetespun bagi kami begitu luasnya

tiada yang dapat kami balaskan untuknya.

ampunilah aku ampunilah ibuku.

Waktuku semakin menyempit sedang jangkauan masih amat luasnya.

Ya Allah kiranya perkenankan aku menjemput masa depan

yang dekat maupun yang jauh.

tunjukkanlah jalan yang mudah. di tanganMu segala perkara

Engkau yang Maha Kuasa Engkau yang Maha Mengatur.

Padang jiwa luas terbentang, jalan-jalan dunia makin bercabang.

letih sudah jiwaku berjalan jauhnya

sedang tujuan tiada kunjung tercapai.

dimanakah dapat sejenak jiwa kuistirahatkan sekedar

mencari waktu menimbang jalan.

tanpa cintaMu betapa mudah jiwaku tersesat.

Jiwaku sebagai biduk di tengah lautan

terombang-ambing antara ombak badai

bergulung arus kebenaran dan kesesatan .

tanpa cintaMu Ya Allah betapa mudah jiwaku tersesat.

selamatkanlah perjalananku

tanamkanlah kekuatan dan kesabaran sebagai tiang layarku.

supaya sanggup menahan arus jahat yang hendak membawanya tenggelam.

supaya sanggup menangkap angin kebenaran

yang hendak membawanya laju menujuMu.

hembuskanlah bagi biduk jiwaku angin hidayah yang tiada putusnya.

tunjukkanlah arah menuju pelabuhanMu

yang sejuk luas terbentang

tempat jiwa dapat tenang bermukim setelah letih berlayar jauhnya

Ya, Allah, Engkau yang Maha Memiliki langit, bumi,

dan segala sesuatu yang di antara keduanya.

Ya Allah, engkau yang Maha Mengatur segala kejadian di alam se isinya.

Ya Allah Engkau yang Maha Memelihara setiap makhluk

yang kecil maupun yang besar.

Ya Allah engkau yang Maha Memberi petunjuk.

Aku ini tiada kecuali milikMu,

aku ini diam kecuali dalam aturanMu,

aku ini terlantar kecuali dalam pemeliharanMu,

dan aku ini tersesat kecuali dalam petunjukMu.

Lindungilah aku, peliharalah aku, tunjukilah aku menuju jalanMu

Pendakian ini begitu panjang

berhenti di tengah jalan berarti tidak sampai.

meski letih dan luka tetap saja harus diteruskan sampai ke puncaknya.

Perjalanan panjang menaklukkan puncak-puncak bumi adalah

kesetiaan untuk meniti jalan-jalan langit.

meski sendiri di puncak yang rendah maupun yang tinggi

mengikut petunjukMu sebagai lentera hati

Memandangi cakrawala jauh di persinggahan adalah

kesadaran untuk mengukur langkah.

membangun keyakinan tentang jalan menujuMu.

Kasih dan rahmatMu yang Maha Luas

tiada dapat dituliskan dalam kata-kata

meski seluruh lautan sebagai tinta.

ditambah berapapun seluruh lautan itu

tiada sanggup menuliskan luasnya Kasih dan RahmatMu.

pabila jiwaku telah berada dalam naunganMu

tiada lagi kesedihan yang dapat merisaukanku

kecuali kehilanganMu.

karena sesungguhnya Engkau tidak pernah jauh dariku.

akulah yang sering menjauh dariMu.

maka selalu dekatkanlah aku kepadaMu.

dan dekatkanlah aku kepadaMu.

Kesabaranku telah menemui puncak letihnya

menahan arus gelombang yang bertubi

antara lepas dan lekat terhadapMu Ya Allah

rengkuhlah aku dalam asuhanMu selalu,

teguhkanlah aku, teguhkanlah aku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *