Keputusan

Aku sudah tidak lagi memiliki gairah untuk dapat menjalankan pekerjaan di Jogja Medianet. Hati dan pikiranku tidak dapat lagi diajak bersekutu untuk mengikuti apa yang terjadi di kantor, tidak dapat lagi diajak untuk berkompromi dengan kondisi yang ada di kantor. Apa yang bersiuran dalam pikiran dan hatiku hanyalah keinginan untuk berhenti dari jogja medianet.

Aku sudah memantapkan hati dan pikiranku dalam keputusan ini.

Tentu saja karena ada hal-hal yang mendorong ke arah keputusan demikian. Setidaknya aku memang tidak memiliki niat untuk membela jogja medianet sampai akhir. Aku hanya berencana untuk terlibat di bagian awal saja. Dengan mengorbankan banyak waktu yang seharusnya aku gunakan untuk membesarkan perusahaanku sendiri. Banyak bagian yang aku harus selesaikan dan segera lakukan untuk membesarkan perusahaanku sendiri. Sesuatu yang menjadi amanat yang datang lebih dahulu. Dan ternyata tidak dapat aku membagi waktu yang adil antara jogja medianet dan perusahaanku. Aku tidak dapat mengambil tengah waktu saja antara keduanya yang satu tidak dapat sempurna sebagai yang lain juga. Setengah-setengah dan tidak dapat menjadi penuh.

Jadi aku mesti memilih yang di antara dua itu. Aku memberatkan diriku kepada perusahaanku yang lebih dahulu. Ini adalah proses yang harus aku jalani untuk menuju yang besar. Sebuah proses yang penuh dengan pengorbanan.

Pilihan ini memang lebih tepat dan lebih baik bagi semua pihak. Bagi diriku sendiri dan bagi jogja medianet, bagi teman-teman.

Aku sudah mantap dan aku serahkan kepada Allah apa yang akan dijalankanNya padaku.

Wa idza ‘azamta fa tawakkal ‘ala allaah.

Wallaahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *