Mencoba Berhitung:

Mencoba Berhitung: Satu Juta Rupiah bisa buat apa?!!
BBM naik dengan berbagi kontroversi yang mengiringinya. Baik dalam hal waktu, besaran maupun sasarannya.
Berapa besar pengaruhnya terhadap hidup ekonomi yang kita jalani kemudian hari? Berapa besar nilai keekonomian hidup kita – bukan nilai keekonomian BBM, seperti kata Ical Bakrie- kemudian hari? Apakah kita sebagai manusia ekonomi masih memiliki nilai yang wajar di kemudian hari? Setidaknya di kemudian hari yang dekat ini, antara bulan puasa sampai akhir tahun 2005?
Baiklah kita coba menghitung dengan cara yang sederhana. Anggap saja kita pegawai sederhana yang pas banget pendapatannya dengan kebutuhan bulanan kita.
Pendapatan kita sebelum kenaikan BBM adalah 100%. Asumsikan dari pendapatan itu, 20% kita gunakan untuk transportasi, 20% untuk makan, 30% untuk tempat tinggal, 10% untuk cicilan kredit, 10% untuk asuransi kesehatan, 10% untuk ditabung.
BBM naik rata-rata 100% dan pendapatan kita masih tetap 100%. Angkutan naik rata-rata 50%, harga makan naik rata-rata 30%, cicilan rumah tetap, cicilan kredit tetap, asuransi tetap, dan tabungan tetap. Dengan menghitung sederhana, transportasi membutuhkan 20% + (50% x 20%) atau sama dengan 30%, makan membutuhkan 30%. Sehingga terjadi penambahan kebutuhan 20%. Dengan mengasumsikan biaya kebutuhan di luar kedua hal itu tetap, maka pendapatan kita masih kurang 20% untuk mengejar kenaikan BBM. Alias kita nombok 20% dari nilai pendapatan kita.
Baiklah, kita selesai dengan itungan persentase. Kita mencoba dengan itungan angka nominal. Makan satu porsi nasi sayur lauk tiga ribu lima ratus minum air putih. Tiga kali sehari sama dengan sepuluh ribu lima ratus. Bis kota seribu lima ratus sekali naik pergi pulang tiga ribu tidak mampir ke mana-mana. Cicilan rumah enam ratus ribu, kredit-kredit konsumsi dua ratus ribu , asuransi dua ratus ribu, tabungan dua ratus ribu. Komunikasi dua ratus ribu. Total sebulan kita mengeluarkan tiga ratus empat puluh lima ribu + sembilan puluh ribu + enam ratus ribu + dua ratus ribu + dua ratus ribu + dua ratus ribu + dua ratus ribu sama dengan satu juta delapan ratus tiga puluh lima ribu..
Kalau pendapatan kita kurang dari itu berarti kita nombok atau mengurangi semua porsi pengeluaran. Bagaimana kalau kita punya keluarga, istri dan 3 anak yang sudah sekolah semua? Uang satu juta rupiah hanya cukup untuk makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *