Tentang Jodoh

Hari ini ada yang bertanya kepadaku tentang jodoh:

“apakah jodoh itu ada?”

Pertanyaan yang telah menjadi pertanyaan banyak orang dan akan selalu ditanyakan ulang. Tentu saja dalam kutipan yang berbeda-beda, seperti:

Siapakah jodohku?

Bagaimana kita yakin seseorang itu jodoh kita?

Bagaimana cara mencari jodoh?

Mengapa orang yang aku inginkan telah menjadi jodoh orang lain?

Mengapa bisa terjadi perceraian dalam sebuah perkawinan, apakah itu berarti bukan jodohnya?

Mengapa aku bisa putus dengan pacarku, apakah dia berarti bukan jodohku?

Apakah bedanya jodoh dengan cinta?

Saya kira masalahnya sederhana saja. Cara kita memandang masalah jodoh ini, kadang-kadang kurang sesuai dengan kenyataannya.

Ada pernah seorang Simbah jamu langgananku, mengungkapkan dengan tepat, “jodoh itu selalu ada kapanpun dan dimanapun kita berada. ia ada bersama kita di waktu kita muda. ia pun juga ada bersama kita waktu kita tua.”

Apakah ia orang yang sama? Bisa ya, bisa juga tidak. Dulu waktu masih SMP, ia ada di sekitar kita, teman-teman sekolah. Demikian juga waktu SMA atau kuliah. Ia salah satu di antara orang yang pernah kita jumpai. Apakah mereka menjadi istri/suami kita kemudian, itu adalah hal yang berbeda lagi. Yang jelas, pacar kita waktu SMP, waktu SMA, waktu kuliah, ya itulah jodoh kita waktu itu. Istri/suami kita adalah jodoh kita, yang disahkan dengan selembar kertas nikah sebagai jaminan hukum.

Kita bisa putus dengan pacar kita, bisa bercerai dengan istri/suami kita. Itu sekedar menunjukkan bahwa kita sudah tidak berjodoh lagi dengan mereka. Jadi jodoh kita memang banyak. Tinggal memilih saja. Dan menerimanya.

Menerima. YA, itulah saya kira inti permasalahannya. Menerima seseorang, itulah yang dapat membuatnya menjadi jodoh kita. Menolaknya, itulah yang membuat orang itu tidak menjadi jodoh kita.

Jadi soalnya sebenarnya tinggal kita mau menerimanya atau menolaknya. Sederhana saja. Tidak perlu bermimpi tentang satu jiwa yang tercipta khusus hanya untuk kita. Saya kira itu mimpi yang benar-benar mimpi saja. Kenyataannya adalah kita bisa memiliki kecenderungan terhadap lebih dari satu orang. Memiliki perasaan istimewa terhadap lebih dari satu orang. Pada saat yang sama, bahkan. Pada saat punya pacar, kita bisa memiliki perasaan khusus terhadap orang lain bukan pacar kita. Bahkan pada saat punya istri/suami, perasaan seperti itu bisa hadir.

Mengapa mesti risau tentang jodoh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *