YANG PANDIR & YANG CERDAS

Keterbatasan pengetahuan kita membuat beberapa hal yang dilakukan oleh orang lain tampak sebagai kebodohan, sebagai kepandiran. Padahal apa yang dilakukan orang tersebut adalah tindakan yang cerdas dan bermutu.

Kadang-kadang orang terlambat menyadari apa yang harus dipahaminya. Kadang-kadang orang melakukan apa yang seharusnya dilakukan setelah menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu, padahal sesuatu itu belum juga diselesaikannya. Ia tidak menyadari bahwa itu merupakan suatu pintu rahasia yang harus dibuka terlebih dahulu untuk menemukan jalan yang benar dalam mencapai tujuannya.

Beberapa orang mengatakan mungkin untuk melakukan suatu hal yang oleh orang lain dikatakan tidak mungkin.

Tetapi kedua kelompok itu kebanyakan tidak sampai pada pemahaman tentang yang mungkin itu dengan cara yang bagaimana dan yang tidak mungkin itu atas sebab apa. Kebanyakan mereka tidak didasari atas suatu pengetahuan yang dalam. Hanya atas prasangka saja.

Begitulah ketika hari ini, salah seorang temanku lulus kuliah. Dengan sautu perjuangan yang fantastis. Perjuangan yang hebat. Sangat hebat.

Kalau sudah istirahat sangat lama dari kuliah dan sudah lupa banyak hal tentang kuliah, lalu bisa dan berani kembali kuliah lagi dan lebih-lebih lagi berhasil untuk menyelesaikan kuliahnya maka saya kira itu suatu keberhasilan yang besar. Bisa dikatakan sesuatu yang tidak ternilai.

Bukankah dibutuhkan samat kuat semangat, ketekunan yang tinggi, keuletan dan keberanian yang khusus untuk dapat melakukan itu semua.

Salut,,salut…

Dan itu memang harus dihargai lebih dibandingkan dengan apa yang telah dicapai oleh orang-orang yang menempuh cara lebih mudah dan singkat.

Mudah-mudahan Allah membukakan baginya pintu rahmat yang luas dan jalan yang lebih terang berikutnya.

Kelegaan kadang berbaur dengan rasa tidak percaya ketika kita mencapai sesuatu keberhasilan yang tinggi. Ketika terbayang betapa beratnya suatu tugas dan beban yang harus ditanggungkan maka dapat muncul rasa rendah diri yang melemahkan semangat, perasaan ketidaksanggupan dan rasa menyerah diri yang merongrong terus menerus.

Tetapi ketika semua itu berlalu dan tugas telah selesai dikerjakan dengan baik, beban menghilang, maka hidup menjadi sebuah keindahan yang baru.

Sebuah kelahiran yang menggairahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *